banner 468x60

Reuni 212 : Umat Islam Benteng Terakhir NKRI

NASIONAL 0

Berita Timoer, Jakarta. Acara Reuni 212 yang dihadiri banyak tokoh nasional, seperti Amien Rais, Fadli zon, Fahri Hamzah, Hidayat Nur Wahid, Ahmad Dhani, Anies Baswedan, Ustad Bachtiar Nasir, Dll. Selain tokoh nasional tersebut, hadir juga berbagai ormas Islam dan hampir 3 juta umat muslim dari berbagai daerah se Indonesia.

“Wahai Presiden Jokowi, anda seharusnya berada di sini. Inilah jiwa bangsa Indonesia, inilah yang akan memperjuangkan bangsa ini dengan darahnya dengan air matanya,” ujar Fahri ketika berpidato di hadapan massa. Kemudian Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa sebuah tanggung jawab besar untuk mampu memenuhi janji janji kampanye membangun dan memperbaiki Jakarta, oleh sebab itu Anies Baswedan memohon doa restu umat Islam untuk dapat mewujudkan janji kampanye serta Anies Baswedan menambahkan bahwa Jakarta harus menjadi kota semua golongan bukan sebagian golongan.

Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyampaikan pernyataan sikap hasil kongres nasional 212 terhadap pemerintahan Joko Widodo di hadapan umat muslim yang hadir Reuni 212 di Monumen Nasional, Sabtu (2/12). Salah satunya adalah penolakan reklamasi teluk Jakarta dan menolak investasi asing masuk ke Indonesia.
“Harus kita tahu bahwa reklamasi gawat, bahwa Meikarta itu dajjal, bahwa investasi itu hanya apus-apusan,” ujarnya.
Dalam pandangannya, program itu hanya mainan kelompok asing. “Sehingga yang penting Pak Jokowi, negara kita jangan dijual ke asing dan aseng,” imbuhnya.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir menginginkan agar acara reuni 212 bisa diselenggarakan setiap tahun. Meski begitu ia belum bisa memastikan bisa menggelar acara tersebut pada tahun depan.

“Saya belum berani katakan itu kita lihat perkembangannya, tapi kalau bisa setiap tahun lebih baik,” ujar Bachtiar Nasir usai acara Reuni 212 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Wakil ketua DPR, Fadli Zon mengatakan bahwa aksi semacam reuni 212 adalah aksi yang dilindungi oleh Undang-Undang sehingga kegiatan reuni 212 sah secara konstitusi.

Sementara itu Ulama Besar FPI Habib Rizieq Shihab mengeluarkan pernyataannnya melalui pidatonya dari Arab Saudi, “NKRI bersyariah adalah NKRI yang beragama, bukan atheis, komunis atau tanpa agama. NKRI bersyariah adalah NKRI yang berketuhanan maha esa dan menjungjung tinggi nilai-nilai ketuhanan yang maha esa,”. selanjut nya Habib Rizieq menambahkan bahwa NKRI Bersyariah adalah NKRI yang Melindungi rakyat dari segala produk-produk haram, dan NKRI bersyariah tidak mengkriminalisasikan ulama.

Lalu Ketua Alumni SMEP 89 Arief Japon mengatakan, “Umat Muslim Indonesia sejatinya adalah benteng terakhir NKRI, karena jumlah tentara TNI terbatas, jumlah personil Polisi juga terbatas sehingga mereka sulit untuk diandalkan menjaga keutuhan NKRI dari serangan Komunis, ekstrim Kanan, dan pihak-pihak yang merongrong keutuhan NKRI, buat saya NKRI adalah harga mati,” Jelas Arief Japon pada Berita Timoer. (Ded-01)

author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply