banner 468x60

Manusia Berencana, Allah Swt Yang Menentukan

MIMBAR 0

Foto: Ilustrasi Istimewa

Mutiara Qalbu

“Gara- gara ia terpeleset ke sawah dan tahu nya ikut jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang”

JAKARTA (BeritaTimoer.com) – Ada kala nya sesorang berburuk sangka terhadap Allah Swt, namun dibalik itu tersimpan skenario Allah Swt, yang lebih indah. Hanya kesabaran dalam menyikapinya. Seperti halnya kisah dibawah ini :

Adalah seorang tukang Tahu,  Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar.

Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkutan umum langganannya. Dan untuk menuju ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah.

Setiap pagi ia selalu memanjatkan doa kepada Allah Swt,  agar dagangannya laris.

Begitulah setiap hari,

Pedagang tahu itu sebelum berangkat mengawalinya dengan berdoa terlebih dahulu. Dan pulang sore hari, dagangannya selalu laris.

Suatu ketika,

Saat ia melewati sawah menuju jalan raya untuk naik angkutan umum langganannya, mungkin karena beban yang dipikulnya tidak seimbang,  tiba-tiba ia terpeleset dan tercebur ke sawah.

Semua dagangannya tersebut ikut jatuh ke sawah, kondisi dagangannya pun hancur berantakan.

Untung tak dapat diraih, modal pun belum kembali. Hanya kerugian dan nasib sial yang dialami.

Pada akhirnya ia mengeluh kepada Allah Swt,

Bahkan terkesan menyalahkan Allah Swt, lantaran  mengapa ia mendapat cobaan seperti ini.

Padahal ia selalu berdoa setiap pagi sebelum mengawali aktifitas, dan ikhtiar setiap hari mencari rezeki.

Akhirnya Pedagang tahu itu pun pulang tidak jadi berdagang ke pasar.

Tapi,

Selang beberapa  jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkutan umum langganannya yang setiap hari ia naiki, pagi itu alami musibah kecelakaan jatuh ke dalam jurang. Dan semua penumpangnya tewas.

Hanya ia satu-satunya calon penumpang yang selamat.

Gara- gara ia terpeleset ke sawah dan tahu nya ikut jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang dan membawa pulang tahu dagangannya  yang sudah rusak tadi.

Sore harinya,

Datanglah seorang peternak bebek, mencari dirinya dan hendak membeli tahu untuk makanan bebek. Namun anehnya peternak bebek itu mencari tahu yang kondisinya rusak atau hancur. karena hanya untuk campuran makanan bebek saja.

Spontan pedagang itu menangis bahagia, karena tahunya yang rusak dibeli semua oleh peternak bebek  itu.

Kisah diatas cukup menginspirasikan, agar kita jangan berburuk sangka atas musibah yang terjadi.

“Boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kita, dan boleh jadi kita menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kita”.

Allah Swt, maha mengetahui, sedang manusia tidak mengetahui.

 

Semoga Bermanfaat

 

(Diolah dari berbagai sumber)

Penulis : Soehartanto

Edt.NA

 

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply