banner 468x60

Industri Mampu Berperan Signifikan Kurangi Kasus TB Di Indonesia

KESEHATAN 0

Foto: BeritaTimoer com

“TB sebagai salah satu penyakit prioritas yang membutuhkan solusi masif dan strategis”

 

 

JAKARTA (BeritaTimoer.com) – Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Sampai saat ini terdapat sekitar 676.000 kasus TB yang belum terdeteksi atau sekitar 60% dari jumlah kasus TB di indonesia, yang menjadikannya tertinggi kedua di dunia. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat akan gejala TB dan juga relevansi terhadap risiko terkena TB. Industri merupakan salah satu pihak potensial penyumbang epidemi kasus TB, yang sekaligus berpotensi menimbulkan beban ekonomi tinggi akibat hilangnya produktivitas dari pekerja penderita TB, kata Nusye E Zamsiar, Ketua Umum Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), dalam diskusi “Industry Coalition To Archieve Zero TB At Workplace”, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta (01/10).

Nusye menjelaskan, PERDOKI merupakan organisasi profesi spesialis kedokteran okupasi yang aktif dalam membangun kesehatan para pekerja. Tujuan PERDOKI adaIah terwujudnya pelayanan dan perlindungan kesehatan pekerja guna menciptakan pekerja yang sehat dan produktif melalui peningkatan profesionalisme kedokteran okupasi.

Foto: BeritaTimoer.com

“Kami memandang TB sebagai salah satu penyakit prioritas yang membutuhkan solusi masif dan strategis. Acara hari ini merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas profesi dan praktik kedokteran okupasi, sehingga dapat berperan aktif mencegah dan menangani kasus TB di sektor industri,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Asik Surya, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, mengatakan kondisi darurat TB ini telah mendorong Kementerian Kesehatan untuk membuat strategi nasional eliminasi TB yang membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, agar target nasional tersebut tercapai sesuai dengan tenggat waktunya.

Foto: BeritaTimoer.com

“Kami sangat menghargai upaya PERDOKI dan inisiatif dari industri untuk memberikan edukasi dan mengimpiementasikan manajemen TB secara serius di tempat kerja. Kami harap hal ini akan memberikan dampak bagi angka penamaan kasus TB di Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.

Asik Surya melanjutkan, bahwa pihak industri wajib menerapkan kebijakan dan strategi pengendalian di tempat kerja, yang diintegrasikan dengan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai panduan bagi perusahaan dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya.

“Penanggulangan TB dapat dilakukan oleh sektor industri dengan cara menemukan kasus perawatan pasien TB, hingga pengobatan tuntas. Kami menghimbau manajemen bersama Dokter perusahaan untuk memperlakukan karyawan yang terkena TB secara layak. Menjaga mereka agar tetap produktif, serta tidak menulari karyawan lainnya. Dokter perusahaan memiliki peran penting dalam simpul penanggulangan TB untuk mendukung upaya Indonesia menuju bebas TB,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri Erlina Burhan dari Staf Departemen Pulmanologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Diah Ayu Puspandari dari Peneliti Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KP-MAK) Fakultas Kedokteran UGM, dan Damaris Triananda Purba dari PT Johnson & Johnson Indonesia.

 

 

Penulis: ZS

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply