banner 468x60

KSPI : Tolak Otomatisasi Gardu Jalan Tol

NASIONAL 0

Foto: BeritaTimoer.com

“KSPI akan menolak hal tersebut, dan melakukan perlawanan lewat aksi di seluruh Indonesia”

JAKARTA (BeritaTimoer.com) – Saat ini Insting Krisis dari Pemerintah tumpul. Pemerintah tidak melihat kebijakan ekonomi saat ini, baik makro dan mikro di Indonesia. Ditengah kesenjangan masyarakat Indonesia, PHK terjadi dimana-mana, hal ini akan meningkatkan angka kesenjangan, khususnya pekerja buruh, kata Said Iqbal, Presiden KSPI, dalam konferensi pers di LBH Jakarta, Jl Pangeran Diponegoro No 74, Jakarta Pusat.

Menurut Said, saat ini Pemerintah akan melakukan Otomatisasi jalan tol, akan dapat dipastikan akan berdampak PHK kepada pekerja jalan tol. Hal ini akan menunggu waktu saja.

“Ditengah daya turun beli masyarakat, Pemerintah akan melakukan Otomatisasi jalan tol, ini akan berdampak terjadi PHK. Dalam hal ini, Presiden hanya beretorika. KSPI akan menolak hal tersebut, dan melakukan perlawanan lewat aksi di seluruh Indonesia,” ujar Said.

Said melanjutkan, akan terjadi ancaman 20.000 orang karyawan jalan tol akan di PHK. Dalam hal ini, KSPI akan melakukan langkah hukum, yang mengatur tentang Otomotisasi kenaikan Jalan Tol. KSPI juga akan menggugat ke PTUN, dan judicial review ke MA.

“Disini daya beli rendah angka pengangguran tinggi, terjadi Otomatisasi, ini merupakan hal ngawur. Harusnya Pemerintah melihat, PHK dimana-mana dalam kurun Januari – Agustus. Sektor jasa jalan tol, sebenarnya Pemerintah tidak mengerti, karena tidak sesuai fakta di lapangan.

KSPI menolak otomatisasi jalan tol, kita akan melawan terus.

Foto: BeritaTimoer.com

Kita menolak tarif tol yang sewenang-wenang, karena domain Pemerintah sendiri, tanpa ada persetujuan DPR.

Mental Pemerintah sekarang mental kompeni, yang hanya mengeruk saja dan menentukan sikap sendiri saja.

Ini perlawanan satu kebijakan publik yang sewenang-wenang. Tidak melibatkan Masyarakat dan Serikat Pekerja dalam diskusi. Padahal Pemerintah mengatakan tidak akan ada PHK.

Senada dengan Said, Mira, Presiden ASPEK Indonesia mengatakan bahwa ; Ini kejahatan kemanusiaan yang biadab yang dilakukan negara kepada rakyatnya, atas nama Otomotisasi.

Akan ada 5 nyawa yang akan hilang, sepeti pekerja jalan tol, istri dan anak.

Ini menabrak regulasi, karena kita menggunakan kartu uang rakyat Indonesia tidak berlaku. Pertanyaannya untuk siapa Otomotisasi ini?,tegasnya.

Kesejahteraan belum ada, sudah bicara teknologi.

Jangan bangga dengan teknologi, kalau rakyat mati kelaparan. Bulshit, Pemerintah mengatakan kalau tidak mengikuti teknologi kita akan kalah dengan negara lain.

Sebagain pekerja jalanan tol, dikalahkan, tidak ada gara-gara kami jalan tol macet. Kemacetan di gerbang jalan tol.

  1. Volume kendaraan meningkat, jalan tol segitu saja.
  2. Antara jalur keluar, dan arteri dekat.
  3. Kendaraan besar Rab, ikut masuk. Dengan jalan yang lambat.

Bukan kami penyebabnya jika kami pekerja jalan tol disalahkan, ini terlalu sadis.

Tidak pernah dilatih tentang teknologi, selama kami bekerja.

Apakah dengan Otomotisasi akan lancar itu jadi pertanyaan. Siapa yang akan diuntungkan dalam Otomotisasi ini.

Kami tidak anti terhadap teknologi, namun negara harus disiapkan jaminan sosial.

Kepedulian terhadap rakyatnya kemana. Bohong Pemerintah tidak ada PHK.

Dimana peran negara hadir untuk rakyatnya, kami ingin meminta kepedulian sosial seluruh rakyat Indonesia tentang masalah ini.

Harusnya Pemerintah buat regulasi, dan infrastruktur nya. Keadaan ini ada dugaan bisnis kongkalikong.

Harusnya Pemerintah lihat kondisi dulu, baru bicara teknologi.

Kita khawatir krisis Yunani, bakal terjadi di Indonesia. Ini kita minta kepedulian sosial rakyat Indonesia.

Kami akan terus melakukan perlawanan, Pemerintah selalu melakukan hal buruk dalam menabrak undang-undang.

 

Penulis : Zulfahmi Siregar

Edt.NA

 

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply