banner 468x60

Ketika Curhat Kepada Manusia Jadi Malapetaka

MIMBAR 0

Foto: Ilustrasi Istimewa

“Seorang Mukmin sejatinya melakukan curhat dengan membentangkan sajadah. Menangislah kepada Zat yang Maha Mendengar keluh kesah Hambanya”

JAKARTA (BeritaTimoer.com) – Curhat atau curahan hati merupakan media bagi sebagian orang melepaskan beban permasalahan yang dialaminya. Namun terkadang salah dalam memilih sosok yang dapat dijadikan berbagi. Justru terkadang sosok tersebut justru mendatangkan masalah baru, bahkan yang lebih rumit.

Maka, sebaiknya pandai-pandailah dalam memilih teman curhat. Bukankah yang sedang dicurhatkan tersebut tanpa disadari justru sedang membeberkan aib nya.

Seorang mukmin sejatinya melakukan curhat dengan membentangkan sajadah. Menangislah kepada Zat yang Maha Mendengar keluh kesah Hambanya.

Jika memang diharuskan curhat, pilihlah orang bijak yang memang dirasa layak dijadikan tempat berbagi. Misal seorang pemuka agama.

Terkadang curhat hanyalah berakhir dengan ghibah, apalagi sosok yang mendengarkan curhat tidak bijak atau kurang mumpuni dalam memberikan jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Perlu diingat, seseorang akan di wafatkan diatas apa yang biasa ia amalkan.

 “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Amalan yang dimaksud di sini adalah amalan shalih, bisa juga amalan jelek. Yang dimaksud ‘bil khawatim’ adalah amalan yang dilakukan di akhir umurnya atau akhir hayatnya.

Az-Zarqani dalam Syarh Al-Muwatha’ menyatakan bahwa :

Amalan akhir manusia itulah yang jadi penentu dan atas amalan itulah akan dibalas. Siapa yang beramal jelek lalu beralih beramal baik, maka ia dinilai sebagai orang yang bertaubat. Sebaliknya, siapa yang berpindah dari iman menjadi kufur, maka ia dianggap murtad.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk, ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Oleh karenanya perlu kontrol diri dan bersikap tenang bilamana permasalahan datang, tidak harus kasak kusuk mencari teman curhat.

Sebaiknya hati-hati dalam curhat agar tidak menjadi malapetaka atau justru timbulkan permasalahan baru. Pepatah kuno yang selalu aktual adalah penyesalan selalu datang belakangan.

 

Penulis : Kris Rahmatiasina

Edt.NA

 

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply